Jadilah Seperti Pohon yang Berbuah
Assalamu'alaikum...
Bismillah…
“Jadilah seperti pohon (yang berbuah), orang-orang melemparinya dengan
batu, lalu ia membalasnya dengan melemparkan buah-buahnya.”, demikian nasihat imam
Hasan al-Banna di depan banyak jamaahnya.
Ya, kita adalah makhluk sosial, dan berinteraksi dengan manusia lain itu
menjadi sebuah sunatullah untuk kita. Dengan berinteraksi itulah kita menjalani
hidup kita. Mustahil bagi kita hidup seorang diri. Pasti kita membutuhkan orang
lain. Dan caranya adalah tentu dengan berinteraksi tadi.
Dari interaksi, tentu akan ada gesekan-gesekan. Gesekan-gesekan inilah yang
harus kita sikapi dengan baik. Ibarat pohon berbuah yang dilempari batu tadi,
tentu diantara gesekan itu pun ada yang membuat hati kita luka.
Namun bagaimana kita menyikapinya?
Kita hidup di masyarakat, Di lingkungan
rumah, sekolah, kampus, masjid, dan banyak tempat lagi. Permasalahannya
sekarang, sejauh apa kontribusi kita kepada lingkungan kita? Tentu termasuk
juga dalam hal bagaimana menyikapi masalah yang ada?
Lihatlah pohon tadi. apapun yang dia hadapi dia lalu tetap berusaha memberi
manfaat kepada ummat. Meskipun ia diuji dengan lemparan batu orang-orang yang
kemudian menyakitinya, tapi ia tetap membalas dengan kebaikan, ia melemparkan
buahnya yang kemudian menjadi manfaat untuk orang-orang yang mengambilnya,
bahkan untuk si pelempar batu yang tadi menyakitinya juga.
Bagaimana dengan kita?
Jika kita hayati sabda Nabi saw. bahwa
sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, tidakkah
kita menjadi termotivasi?
[Diriwayatkan dari Jabir berkata: ”Rasulullah saw. bersabda: Orang beriman
itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap
ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi
manusia.”
(HR. Thabrani dan Daruquthni)]
Jika banyak orang-orang besar seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Taimiyah, Ibnu
Sina, dan banyak lagi Ulama cerdas yang mampu mengubah dunia dengan manfaat
yang ia berikan, maka bagaimana dengan kita? Bahkan untuk mengubah lingkungan
radius beberapa meter di sekitar kita saja kita seringkali kesulitan dan
mengeluh tak sanggup.
Tentunya butuh ilmu yang sesuai dengan Al-Qur'an dan as-sunnah untuk bisa
menjadi insan yang bermanfaat dan mampu menyelesaikan masalah dengan memberikan
manfaat. So, yuk kita terus belajar untuk siap menjadi pengubah dunia dengan
terus raih ilmu yang ada, dan juga dengan terus istiqomah di jalan dakwah.
Semua manfaat yang kita persembahkan untuk ummat tentu harus diniatkan karena
Allah, supaya jadi ibadah, dan semoga kita bisa menjadi sebaik-baiknya manusia
yang mampu memberi manfaat, aamiin.
Wallahua'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar